Apa itu Multi Boot
/ / Pengertian Multi Boot

Pengertian Multi Boot

Multi boot adalah suatu kondisi ketika flashdisk kamu menyimpan lebih dari satu sistem operasi. Dengan kata lain, memori penyimpanan portable yang kamu punya bisa menyimpan lebih dari satu OS.

Ambil contoh kamu ingin menginstall Windows 10, namun mendadak agak tertarik dengan sistem operasi Windows 8 yang tampilannya terkesan unik dan berbeda.

Nah, kamu bisa memasukan kedua OS tersebut di dalam satu flashdisk agar lebih efisien, kalau bosan tinggal mengganti sistem operasinya.

Tapi tunggu dulu, kalau tidak salah ada satu istilah lagi yang mirip dengan model konfigurasi ini, namanya “dual boot” apakah kamu tahu perbedaannya?

Jika belum,maka simak informasi berikut ini, jangan sampai keliru memahami kedua istilah yang terkesan sama.

Multi Boot Dan Dual Boot, Bedanya Dimana?

Mungkin tadinya kamu mengira kedua istilah ini hanyalah sinonim saja. Namun, faktanya dual boot dan multi boot ini konsepnya berbeda.

Melansir dari Wantek.ID, Dual boot adalah suatu kondisi ketika suatu PC menyimpan lebih dari satu sistem operasi, dan kamu bisa memilihnya sesuka hati.

Ambil contoh kamu ingin bekerja menggunakan Linux yang disandingkan dengan Windows 10. Pada saat proses booting (menyalakan PC) kamu akan disuruh memilih antara kedua OS tersebut.

Kebutuhan tuntutan kerja atau tugas kuliahan terkadang mendesak kamu untuk menggunakan metode ini.

Nah, kalau tadi kamu sempat memperhatikan dengan saksama Multi boot ini konsepnya hanya menyimpan beberapa OS di flashdisk (belum terinstall di PC).

Jadi, dengan demikian keduanya jelas berbeda. Jangan sampai keliru lagi mengartikan kedua istilah ini ya.

Install Banyak OS Dalam Satu Flasdisk, Apa Keunggulannya?

Ada beberapa manfaat dan keunggulan yang bisa kamu dapatkan apabila melakukan multi boot di flashdisk. Berikut informasinya secara lebih detail:

1. Simpel dan Efisien

Tidak perlu menyiapkan banyak flashdisk untuk menyimpan OS yang kamu suka. Tinggal menggunakan multi boot, maka kamu bisa membuat proses instalasi OS menjadi lebih simpel dan efisien.

Apabila ada tugas sekolah atau pekerjaan yang mengharuskan kamu mengunakan OS berbeda, tinggal install saja menggunakan flashdisk.

2. Lebih Hemat Biaya

Kamu tidak perlu membeli banyak flashdisk, dengan adanya multi boot maka satu flashdisk saja sudah cukup untuk menyimpan beberapa OS.

Mengingat harga flashdisk yang tidak murah, ini bisa menjadi solusi yang sangat menguntungkan kalau kamu tahu cara melakukan multi boot.

3. Terhindar Dari Masalah

Windows 10 terkadang membuat kamu sering melakukan update otomatis, tidak sedikit yang merasa kesal karena hal ini. Oleh karena itu, dengan multi boot kamu bisa melakukan install OS selain Windows 10 dalam satu flashdisk saja. Bahkan  kamu mungkin akan tertarik untuk mencoba Linux!

Oh iya, beberapa software gratis ini bisa kamu coba untuk membuat multi boot. Sesuaikan saja dengan keinginan, atau apabaila ragu kamu bisa mencari informasi di website official masing-masing pembuat software-nya:

  • WinSetupFromUSB
  • YUMI (Your Universal Multiboot Installer)
  • Xboot
  • MultibootUSB
  • Sardu

Baca Juga: Perbedaan MKV dan MP4

Tidak Hanya Punya Keunggulan, Multi Boot Juga Ada Risikonya!

Tidak ada gading yang tak retak, fitur canggih semacam ini ternyata juga punya risiko. Beberapa risiko yang kemungkinan kamu alami ketika melakukan multi boot antara lain:

1. Memori Cepat Penuh

Ukuran ISO sistem operasi itu tidak sedikit. Faktanya Windows 8.1 saja memerlukan setidaknya 4GB ruang penyimpanan, sedangkan Windows 10 mampu menghabiskan 5GB penyimpanan flashdisk kamu.

Sepertinya opsi multi boot memang terdengar simpel, namun kenyataannya tetap saja kamu butuh flashdisk berukuran besar untuk melakukan multi boot.

Terdapat perbedaan ukuran file ISO antara versi 64bit dan 32bit. Secara umum 32bit jauh lebih kecil ukurannya dibandingkan 64bit, perlu diingat keduanya berkaitan dengan kompabilitas terhadap software. Jadi, jangan sampai salah pilih.

2. Salah Setting Bisa Error

Seperti yang sudah kami jelaskan, terdapat beberapa software yang bisa kamu gunakan untuk melakukan multi boot.

Namun, karena masing-masing tampilannya berbeda, pasti kamu akan kebingungan untuk mengatur pilihan multi boot tersebut.

Kalau sampai kamu salah dalam melakukan setting, maka bisa berujung pada error saat melakukan instalasi.

Kami tidak menyarankan anda untuk melakukan multi boot apabila masih benar-benar awam dalam hal konfigurasi laptop/PC.

Baik, itu dia yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat dan menambah pemahaman kamu seputar multi boot dan dual boot.

Similar Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *